Intermezzo

Pengertian Qurban Secara Lengkap yang Wajib Umat Islam Ketahui!

Home / Intermezzo / Pengertian Qurban Secara Lengkap yang Wajib Umat Islam Ketahui!

Pengertian Qurban

Qurban merupakan salah satu sunnah yang dilakukan umat Muslim pada bulan Dzulhijjah, tepatnya pada perayaan Hari Raya Idul Adha. Nah, kira-kira apa sih maksud dan tujuan dari qurban ini?

So, pada kesempatan kali ini TipsPintar akan memberikan rangkuman singkat tentang pengertian qurban lengkap dengan penjelasan hukum, hikmah, dalil, beserta ketentuannya.

Penjelasan Qurban

Qurban menurut bahasa, berasal dari sebuah kata Arab, قُرْبَانٌ qurbān yang berarti “persembahan pada Allah sebagai bentuk ketaatan dan wasilah” atau penyembelihan hewan ternak sebagai bentuk ketaatan pada Allah. Menurut bahasa qurban berasal dari kata qaraba – yaqrabu – qurban- qurbanan yang berarti dekat dan mendekatkan.

Sedangkan secara harfiah, pengertian qurban atau disebut juga Udhhiyah berarti hewan sembelihan. Udhhiyah sendiri merupakan bentuk jamak dari Dhahiyyah, yang berarti penyembelihan hewan di pagi hari. Perayaan qurban sendiri menjamin bahwa bahkan mereka yang tidak mampu membeli daging, akan mendapatkan banyak daging setidaknya setahun sekali.

Kalau arti kata qurban secara umum, adalah persembahan kepada Allah seperti biri-biri, sapi, ataupun unta yang disembelih pada hari Lebaran Haji sebagai wujud ketaatan muslim kepada-nya.

Dalam Islam pun, qurban ini merupakan sebuah cara mendekatkan diri atau beribadah kepada Allah dengan menyembelih hewan tertentu pada hari raya Idul Adha dan tiga hari tasyrik berikutnya yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah.

Kata Qurban juga muncul tiga kali dalam Al- Qur’an. Sekali mengacu pada pengorbanan hewan dan dua kali mengacu pada pengorbanan dalam arti umum dari setiap tindakan yang dapat membawa seseorang lebih dekat kepada Tuhan.

Sejarah Qurban

Sejarah Qurban

Sejarah Qurban

Tidak lengkap rasanya jika Kita tidak membahas sejarah dari Qurban ini. Yaps, sejarah qurban pastinya tidak lepas dari peristiwa pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS.

Dikisahkan, Nabi Ibrahim saat itu bermimpi bahwa Allah memerintahkan untuk mengorbankan putra satu-satunya, yaitu Ismail. Sebagai bentuk pengabdiannya kepada Allah, Ibrahim pun setuju untuk mengikuti pesan yang ada di dalam mimpinya itu dan melakukan pengorbanan dengan menyembelih Ismail.

Namun, disaat Nabi Ibrahim hendak menyembelih, Allah SWT mengirimkan seekor domba jantan untuk dikorbankan sebagai pengganti dari Ismail. Hal tersebut terjadi karena Ibrahim membuktikan bahwa dia akan mengorbankan putranya sebagai tindakan takwa kepada Allah SWT, meskipun ia akan kehilangan anaknya. Sejak saat itu lah amalan Qurban terus dilakukan sebagai pengingat ketaatan kita kepada Allah.

Hukum Berqurban

Hukum Qurban

Hukum Qurban

Ibadah qurban hukumnya adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Bagi orang yang mampu melakukannya tapi ia meninggalkannya, maka hukumnya adalah makruh.

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Nabi SAW pernah berqurban dengan dua kambing kibasy yang sama-sama berwarna putih kehitam-hitaman dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelih qurban tersebut, dan membacakan nama Allah serta bertakbir (waktu memotongnya).

Dari Ummu Salamah ra, Nabi SAW bersabda, “Dan jika kalian telah melihat hilal (tanggal) masuknya bulan Dzul Hijjah, dan salah seorang di antara kamu ingin berqurban, maka hendaklah ia membiarkan rambut dan kukunya.” HR Muslim

Arti sabda Nabi SAW, “ingin berkorban” adalah dalil bahwa ibadah qurban ini sunnah, bukan wajib.

Diriwayatkan dari Abu Bakar dan Umar ra bahwa mereka berdua belum pernah melakukan qurban untuk keluarga mereka berdua, lantaran keduanya takut jika perihal qurban itu dianggap wajib.

Hikmah Qurban

Hikmah Qurban

Hikmah Qurban

Ibadah qurban disyariatkan Allah untuk mengenang sejarah yang dialami oleh Nabi Ibrahim as dan sebagai suatu upaya untuk memberikan kemudahan pada hari Id, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, “Hari-hari itu tidak lain adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla.”

Ketentuan Qurban

Ketentuan Qurban

Ketentuan Qurban

Qurban dilakukan saat perayaan Idul Adha dan hari tasyrik setelahnya. Kegiatan Qurban dilaksanakan mulai pagi hari pada tanggal 10 Dzulhijjah sampai terbenamnya matahari tanggal 13 Dzulhijjah. Dan selama bulan inilah para peziarah juga melakukan perjalanan ke Mekah untuk mengunjungi Ka’bah.

Nah, ada ketentuan untuk hewan yang dipersembahkan dalam kegiatan qurban, yakni bisa berupa domba, kambing, sapi, kerbau, lembu (Jantan), atau unta. Hewan juga harus sehat, bebas dari penyakit, dan tidak boleh buta atau bermata satu, kehilangan bagian dari ekor atau telinganya, dan harus dikorbankan sesuai dengan syariat Islam. Sebagian besar mazhab fiqh juga menerima bahwa hewan harus dijinakkan

Selain itu untuk porsi daging dibagi menjadi tiga, satu bagian untuk fakir dan miskin, satu bagian untuk orang yang melakukan qurban, dan bagian lainnya untuk keluarga mereka. Seseorang dapat menyumbangkan ketiganya kepada siapa pun yang mereka pilih.

Dalil Qurban

Dalil Qurban

Dalil Qurban

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perintah qurban ini sendiri ditemukan 3 kali dalam Al-Qur’an, seperti berikut ini:

1. Surah Al-Kautsar Ayat 1-2

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗفَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).”

2. Surah Al Hajj Ayat 36-37

وَالْبُدْنَ جَعَلْنٰهَا لَكُمْ مِّنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ لَكُمْ فِيْهَا خَيْرٌۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهَا صَوَاۤفَّۚ فَاِذَا وَجَبَتْ جُنُوْبُهَا فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّۗ كَذٰلِكَ سَخَّرْنٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ٣٦ لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْ

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi´ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.”

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”

3. Surah Ash-Shaffat Ayat 102-107

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَوَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ

Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

Dalil Qurban Dalam Hadis

Hadis Qurban

Hadis Qurban

Bukan hanya tertera dalam Al-Qur’an, amalan qurban ini juga tertera pada beberapa hadis berikut:

Hadis Riwayat Ibnu Majah

“Menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, menceritakan kepada Kami Zaid bin Hubab, menceritakan kepada Kami Abdullah bin Ayyas dari Abdurrahman al- A’raji dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: barang siapa yang mempunyai kemampuan tetapi dia tidak mau berqurban maka janganlah ia menghampiri tempat shalat Kami.” (H.R. Ibnu Majjah).

Hadis Riwayat Ibnu Majah al-Tirmidzi

Dari Jabir putra Abdullah RA. Ia berkata: “Pada tahun perjanjian hudaibiyah aku berhari raya qurban dengan Rasulullah SAW menyembelih qurban seekor unta untuk tujuh orang dan sapi juga untuk tujuh orang.” (H.R. al- Tirmidzi).

Kesimpulan

Nah, itulah beberapa penjelasan singkat mengenai pengertian qurban, lengkap dengan pembahasan sejarah, hukum, hikmah, ketentuan, dan dalil-dalil nya.

Kesimpulannya, bagi Kamu yang sekiranya mampu baik dari segi materi dan sebagainya, maka akan lebih baik jika Kamu mengikuti salah satu bentuk sunnah nabi ini. Supaya segala bentuk rezeki yang sudah Kamu terima sejauh ini dapat menjadi berkah bagi banyak orang.

Nah, bagi Kamu yang mungkin ingin melaksanakan qurban, sekarang ga perlu repot-repot lagi kok untuk mencari tempat jual-beli sapi. Kamu bisa membelinya secara online, tapi perlu hati-hati, Jangan sampai Kamu menjadi korban penipuan ya!

So, semoga informasi ini dapat menjadi manfaat ya bagi Kamu. Jangan lupa untuk share artikel ini ke kerabat ataupun saudaramu yang sekiranya memerlukan pemahaman ini ya!

Dan kalau Kamu punya saran untuk pembahasan menarik lainnya, silahkan tulis di kolom komentar ini.

Artikel Menarik Lainnya!

Jangan lupa untuk LIKE kita di Facebook, Follow Twitter dan Instagram TipsPintar.com. Ditambah lagi, biar gak ketinggalan video-video menarik dari kita, jangan lupa Subcribe YouTube Channel TipsPintar.com

Dapatkan Tips Menarik Setiap Harinya!

  • Dapatkan tips dan trik yang belum pernah kamu tau sebelumnya
  • Jadilah orang pertama yang mengetahui hal-hal baru di dunia teknologi
  • Dapatkan Ebook Gratis: Cara Dapat 200 Juta / bulan dari AdSense
To Top