Tech News

Menkominfo vs. Konten Negatif

Menkominfo vs. Konten Negatif 5

Salah satu fokus dari Kementrian Komunikasi dan Informatika adalah pemberatasan konten-konten negatif di yang tidak sesuai dengan aturan di Indonesia. Dengan berdiskusi dengan para penyedia platform internet di Indonesia, Kominfo berharap dapat bersama sama menyaring konten-konten negatif di Indonesia.

Tidak kurang dari 800.000 situs internet yang mengandung konten negatif yang sudah masuk ke dalam Trust Positif Kominfo dan sudah diblokir. Sementara hanya ada sekitar 250.000 situs yang mengandung konten positif. Walaupun demikian, Menkominfo, Rudiantara yakin jumlahnya akan terus bertambah.

Menkominfo vs. Konten Negatif 6

Rudiantara, Menkominfo

“Ini baru dua tahun tapi saya yakin dua sampai tiga tahun mendatang positif list akan lebih banyak” ujar Rudiantara, Menkominfo dalam sebuah video yang diputar dalam acara diskusi pada hari Senin, 28 Agustus 2017 di Jakarta.

Artinya, ditargetkan internet Indonesia akan didominasi konten positif pada sekitar 2019 ataupun 2020.

Adapun yang termasuk dalam positif list adalah situs atau portal internet yang mendidik, mengedukasi dan menginspirasi masyrakat. sedangkan yang termasuk konten negatif adalah situs atau portal yang mengandung SARA, pornografi, radikalisme, terrorisme dan sejenisnya.

BACA
Berlin Sebagai Tuan Rumah Pesta Gadget Dunia IFA 2017

Rudiantara menuturkan bahwa pemerintah akan menggunakan strategi “Hulu hingga Hilir” untuk menjamin konten internet yang lebih baik dan bermutu.

“Hulunya adalah literasi informasi sesuai amanah UU ITE no. 19 tahun 2016. Sedangkan hilirnya adalah hard approach seperti pemblokiran situs” lanjut Rudiantara, Menkominfo.

Setelah beberapa saat lalu memblokir Telegram yang dianggap turut menghimpun konten radikalisme, baru baru ini Kominfo juga memblokir penyedia konten GIF dan GIPHY. Belum jelas layanan tersebut akan beroperasi kembali sesuai dengan syarat yang diminta Kominfo.

Menkominfo juga mengajak semua elemen masyarakat, pemerintah, dan segala segmen hingga OTT (Over the top), untuk bergerak bersama untuk menjamin konten yang lebih baik dan bermutu di Indonesia.

“Indonesia didera konten negatif seperti SARA dan adu domba. Bahkan hal tertentu jadi bisnis dan industri sendiri. Ada juga mesin yang memberikan tanda like otomatis. Ini semua kita harus address” himbau Rudiantara, Menkominfo.

Jangan lupa untuk LIKE kita di Facebook, Follow Twitter dan Instagram TipsPintar.com. Ditambah lagi, biar gak ketinggalan video-video menarik dari kita, jangan lupa Subcribe YouTube Channel TipsPintar.com

Dapatkan Tips Menarik Setiap Harinya!

  • Dapatkan tips dan trik yang belum pernah kamu tau sebelumnya
  • Jadilah orang pertama yang mengetahui hal-hal baru di dunia teknologi
  • Dapatkan Ebook Gratis: Cara Dapat 200 Juta / bulan dari AdSense
Komentar
To Top