Kepo

Review The Matrix: Resurrections

Home / Kepo / Lifestyle / Review The Matrix: Resurrections

The Matrix

Sudah 22 tahun lebih sejak film pertama The Matrix tayang di layar lebar, kehadiran The Matrix: Resurrection sebagai iterasi ke-4 bisa dibilang sudah sangat dinanti-nantikan. Namun apalagi yang bisa dilakukan dengan dunia serta karakter The Matrix? Mengingat di akhir film The Matrix: Revolution (2003) kedua karakter utama sudah mati.

Well, ternyata nobody really dies inside the matrix. Bahkan filmnya sendiri mengambil jalur yang sama sekali berbeda dari dua film sekuel sebelumnya. Alih-alih menjadi film serius, Resurrections tak ragu untuk menambahkan elemen meta serta sisi playful yang lebih lively dan bermain-main dengan ide baru. No more phone booths, semua akses dibuat canggih dan modern. Seperti apa?

Resurrect The Dead

Bullet time

Di dunia baru The Matrix generasi terkini, Thomas Anderson (Keanu Reeves, John Wick) hidup sebagai seorang videogame designer legendaris yang berhasil menyabet beragam penghargaan untuk trilogi game berjudul “The Matrix” yang ia buat. Semua cerita dari ketiga film The Matrix sebelumnya kini dikenal sebagai videogame yang dimainkan oleh semua orang di dunia.

Meski tidak sepenuhnya sadar, disepanjang hidupnya Anderson merasa dirinya berjalan diantara dua dunia. Hal ini membuatnya frustasi dan mengharuskan dirinya untuk terus berkonsultasi dengan seorang psikiater (Neil Patrick Harris, How I Met Your Mother). Sementara itu, Trinity (Carrie-Anne Moss, Memento) kini dikenal sebagai Tiffany, ibu dua anak yang hanya bisa dilihat dari kejauhan oleh Anderson.

Sementara itu di luar sana ada sekelompok rogue yang dipimpin oleh Kapten Bugs (Jessica Henwick, Iron Fist) serta krunya yang berjuang mencari keberadaan Neo, meski secara historikal Neo sudah mati. Dibantu oleh Morpheus (Yahya Abdul-Mateen II) baru, Bugs akhirnya menemukan sang The One. Namun tak mudah bagi mereka untuk membebaskan Neo dari para mesin. Berhasilkah mereka?

xx

Inside The Matrix

Jika kamu menonton Resurrections tanpa rewatch trilogi original The Matrix, tampaknya akan ada banyak hal yang terkesan tidak masuk akal atau membingungkan. Karena itu, sebelum menonton Resurrections ada baiknya kamu rewatch dulu atau tonton highlight recap detail dari ketiga film Matrix sebelumnya.

Sutradara Lana Wachowski beserta penulis David Mitchell dan Aleksandar Hemon sukses memperkenalkan wajah-wajah baru untuk karakter-karakter utama lain seperti Morpheus serta Mr. Smith baru dengan elegan. Penonton pada akhirnya mengetahui apa yang terjadi dengan Morpheus original dan bagaimana Mr. Smith bisa kembali ke Matrix dengan wajah dan ability baru.

Dari segi action, film berdurasi 2 jam 28 menit ini menyajikan banyak adegan baku hantam khas The Matrix dengan elevasi CGI dan special effects yang lebih smooth dari trilogi originalnya. Pertarungan antara Neo vs. Mr. Smith baru sukses mencuri perhatian penonton dan memberikan spotlight kepada Smith baru yang kini tak hanya lebih hebat, tapi juga terasa lebih human.

Secara overall, The Matrix: Resurrections adalah film hiburan yang menarik untuk ditonton bersama teman dan keluarga. Jangan buru-buru pulang, ada after-credits di paling akhir credits roll. The Matrix: Resurrections tayang di Indonesia mulai 22 Desember 2021.

Jangan lupa untuk LIKE kita di Facebook, Follow Twitter dan Instagram TipsPintar.com. Ditambah lagi, biar gak ketinggalan video-video menarik dari kita, jangan lupa Subcribe YouTube Channel TipsPintar.com

Dapatkan Tips Menarik Setiap Harinya!

  • Dapatkan tips dan trik yang belum pernah kamu tau sebelumnya
  • Jadilah orang pertama yang mengetahui hal-hal baru di dunia teknologi
  • Dapatkan Ebook Gratis: Cara Dapat 200 Juta / bulan dari AdSense
To Top