Intermezzo

MUDAH, Ini Cara Membuat Cover Letter yang Menarik HRD!

Home / Intermezzo / MUDAH, Ini Cara Membuat Cover Letter yang Menarik HRD!

Buat Cover Letter

Memiliki cover letter yang dapat memberi kesan pertama yang positif itu sangat lah penting. Dengan begitu, lamaran kerja Kamu punya kesempatan besar untuk dilirik oleh perekrut.

Cover letter sendiri merupakan cara untuk memperkenalkan diri dan menjelaskan bahwa Kamu merupakan orang yang tepat untuk posisi tersebut. Berbeda dengan resume yang lebih menjelaskan skill, pengalaman, dan pencapaian-pencapaianmu. Cover letter ini menggabungkan semuanya ke dalam dokumen pendek sesuai dengan posisi yang Kamu lamar.

Selain itu, cover letter ini merupakan salah satu cara yang tepat bagi Kamu untuk memberitahu perusahaan alasan Kamu melamar. Melalui cover letter ini, Kamu pun bisa memberitahu perusahaan bahwa Kamu sudah mencari tahu tentang mereka sebelumnya.

Cover letter yang baik pastinya akan membuat lamaranmu lebih menarik di mata perusahaan karena mereka akan terdorong untuk membaca CV Kamu dan mengetahui hal tentang dirimu.

Nah, berhubungan dengan hal tersebut. Kali ini TipsPintar sudah menyiapkan rangkuman terkait cara membuat cover letter yang baik dan tepat, sesuai dengan standar HRD di luar sana.

Mau tau apa saja cara-caranya? Langsung aja simak ulasan berikut ini ya!

Cara Membuat Cover Letter yang Tepat

Cara Membuat Cover Letter

Cara Membuat Cover Letter

Sebelum Kamu mulai mempelajari bagaimana cara membuatnya, terdapat beberapa hal yang perlu Kamu pahami terlebih dahulu mengenai cover letter.

Kamu tidak perlu mengulang kembali informasi di CV pada surat pengantar lamaran. Kemudian, buatlah isi yang sesingkat mungkin namun tetap informatif, maksimal tiga sampai lima paragraf.

Nah, berikut ini beberapa cara membuat cover letter yang tepat untuk Kamu coba:

1. Tulis Profil Singkat

Bila Kamu membuat surat pengantar lamaran dalam bentuk dokumen, pastikan Kamu menuliskan profil singkat di bagian kepala surat. Profil singkat ini berisi nama lengkap, nomor telepon, alamat email, dan domisili tempat tinggal. Kamu pun bisa menambahkan tautan menuju akun LinkedIn yang Kamu puunya, contoh:

(Nama Lengkap)

(Nomor Telepon) | (Alamat Email) | (Tautan Akun LinkedIn)

(Alamat Tempat Tinggal)

2. Salam Pembuka

Pada surat pengantar lamaran, pastikan Kamu menuliskan kepada siapa surat tersebut Kamu tujukan. Sebaiknya Kamu pun coba mencari tahu terlebih dahulu nama perekrut agar lamaranmu memiliki peluang yang tinggi dilirik perekrut.

Kamu bisa mencoba menghubungi narahubung pada lowongan kerja atau mencari via mesin pencari maupun media sosial seperti LinkedIn. Biasanya surat akan ditujukan kepada manajer perekrut di suatu perusahaan. Kalau Kamu tidak bisa menemukannya, Kamu dapat menggunakan format berikut:

  • Yth. Manager HRD (Nama Perusahaan)
  • Yth. Kepala Divisi SDM (Nama Perusahaan)
  • Dear Hiring Manager
  • Dear HR of (Nama Perusahaan)

3. Paragraf Awal

Paragraf awal biasanya berupa pernyataan mengenai alasan Kamu menulis surat pengantar lamaran tersebut. Nah, langkah pertama dalam menulis paragraf awal ini, Kamu perlu menyebutkan nama posisi yang Kamu lamar dan sumber informasi seputar lowongan kerja tersebut.

Kemudian, Kamu juga dapat mencantumkan kapan Kamu bisa bergabung dengan perusahaan, contoh

“Perkenalkan saya (Nama Lengkap), (Identitasmu). Melalui portal job Kinobi, saya menemukan lowongan untuk (Posisi yang kamu lamar) dan tertarik untuk bisa bergabung secepatnya.”

4. Paragraf Tengah

Langkah seterusnya saat membuat paragraf awal adalah, membuat paragraf tengah yang berisi argumen atas ketertarikanmu pada posisi dan perusahaan tersebut.

Jangan lupa untuk menyebutkan alasan mengapa Kamu merasa cocok untuk posisi tersebut. Kamu pun dapat menambahkan apa yang akan Kamu lakukan untuk perusahaan yang bersifat menguntungkan.

Pastikan Kamu menyebutkan pengalaman atau keterampilan yang memiliki sangkut pautnya dengan posisi yang akan Kamu lamar. Dengan begitu, perekrut dapat melihat bahwa Kamu sudah menunjukkan kemampuan yang relevan dengan kualifikasi posisi tersebut, contohnya:

“Setelah membaca deskripsi dan kualifikasi pekerjaan (Posisi yang kamu lamar), saya merasa kemampuan dan pengalaman saya sesuai dengan yang diinginkan. Saya pernah bekerja sebagai (Posisi sebelumnya) selama (Periode). Dengan begitu, saya yakin dapat memberikan kontribusi yang baik bagi perusahaan ke depannya.”

5. Paragraf Akhir

Pada bagian terakhir ini, Kamu dapat menyimpulkan segala hal yang telah Kamu sampaikan, dengan maksud menunjukkan kelayakan untuk mengisi posisi yang Kamu lamar.

Meskipun sifatnya opsional, Kamu dapat memberitahu kembali mengenai besarnya minat Kamu untuk bekerja di perusahaan yang Kamu lamar. Tak lupa untuk menutupnya dengan berterima kasih atas waktu perekrut serta antusiasme untuk mendapatkan balasan selanjutnya, contoh:

“Dengan pengalaman (Periode) dan minat saya yang cukup tinggi di (Nama Perusahaan) sebagai (Posisi yang kamu lamar), saya yakin saya dapat dipertimbangkan untuk mengisi posisi tersebut. CV dan portofolio terlampir sesuai persyaratan. Terima kasih atas waktu dan pertimbangannya. Kabar baik selanjutnya sangat dinantikan.”

Seberapa Penting Cover Letter untuk Melamar Kerja?

Seberapa Penting

Seberapa Penting

Sebelum memilih/melamar pekerjaan baru, penting buat kamu untuk membuat cover letter yang disebut juga application letter dengan baik. Beberapa orang sering melupakan untuk membuat cover letter yang layak dan membuatnya dengan terburu buru, sehingga informasi dan relevan tidak dimasukkan ke dalam surat tersebut.

Dapat dikatakan bahwa cover letter sama halnya dengan first impression perusahaan terhadap calon pegawainya. Surat tersebut memberikan gambaran kepada recruiter untuk mengenal calon karyawan baik secara profesional maupun individual.

Tidak semua pelamar kerja akan lolos ke tahap wawancara, Kamu harus menggunakan cover letter untuk menarik perhatian perekrut. Sehingga Kamu perlu untuk menyesuaikan cover letter dengan pekerjaan yang Kamu lamar, pastikan tidak ada kesalahan pengejaan atau tata bahasa.

Perbedaan Cover Letter dan Surat Lamaran

Perbedaan Cover Letter dan Surat Lamaran

Perbedaan Cover Letter dan Surat Lamaran

Ada berbagai macam jenis dokumen yang biasanya harus Kamu kirimkan kepada perekrut saat melamar kerja, seperti cover letter hingga surat lamaran.

Meski terdengar sama, nyatanya kedua dokumen ini berbeda lho! Nah, biar Kamu gak kebingungan lagi, berikut TipsPintar telah menyiapkan rangkuman singkat mengenai perbedaan dan penjelasannya cover letter dan surat lamaran yang perlu kamu ketahui:

  • Cover letter biasanya selalu disertai resume karena informasi yang disampaikan tidak lengkap dan di dalamnya hanya terdiri dari 3 hingga 4 paragraf saja. Ada baiknya isi di dalam cover letter bukanlah informasi ulangan dari resume yang telah dibuat, melainkan informasi baru dan unik sebagai karyawan yang memberikan perekrut wawasan baru terhadapmu. Dengan begitu, mereka tertarik untuk memberikan Kamu kesempatan untuk bertemu mereka.
  • Berbeda dengan cover letter. Surat lamaran ini berdiri sendiri meski tanpa ada informasi terkait lowongan sekalipun. Fungsi dari surat lamaran ini mampu menggantikan resume karena isinya lebih luas dan mendalam boleh berisi lebih dari satu halaman. Di dalamnya terdapat berbagai informasi mengenai tentang keterampilan, kualifikasi, kekuatan dari pekerjaan sebelumnya di mana informasi ini berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar. Fungsi dari surat lamaran ini biasanya untuk memasarkan diri pada atasan, menarik atasan dan meyakinkannya untuk memanggil Kamu dalam wawancara.

Tips Membuat Cover Letter

Tips Membuat Cover Letter

Tips Membuat Cover Letter

Kalau tadi Kamu sudah mengetahui cara membuat serta informasi mengenai perbedaan cover letter dan surat lamaran. Kini saatnya Kamu mengetahui beberapa tips untuk membuat cover letter yang tepat dan juga benar:

  • Cover letter tidak lebih dari satu halaman.
  • Heading CV dan cover letter harus identik. Jangan lupa sertakan informasi kontak.
  • Gunakan bahasa yang sederhana dan font yang sama dengan CV.
  • Gunakan format surat bisnis dalam tanggal dan keterangan lainnya.
  • Tujukan surat kepada orang yang tepat, lebih kalau spesifik.
  • Cover letter terdiri dari 3 paragraf.
  • Menulis cover letter dengan to the point.
  • Lakukan pengecekan ulang sebelum mengirim cover letter, untuk menghindari
  • kesalahan pengejaan dan tata bahasa.

Nah, itu lah penjelasan lengkap mengenai cara membuat cover letter tepat.

Semoga semua informasi yang Aku berikan tersebut dapat bermanfaat bagi Kamu yang ingin melamar pekerjaan ya!

Kalau Kamu punya ide untuk pembahasan menarik lainnya, silakan tulis di dalam kolom komentar ini ya. Dan jngan lupa untuk share artikel ini ke teman-teman Kamu yang juga ingin melamar pekerjaan!

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:

Jangan lupa untuk LIKE kita di Facebook, Follow Twitter dan Instagram TipsPintar.com. Ditambah lagi, biar gak ketinggalan video-video menarik dari kita, jangan lupa Subcribe YouTube Channel TipsPintar.com

Dapatkan Tips Menarik Setiap Harinya!

  • Dapatkan tips dan trik yang belum pernah kamu tau sebelumnya
  • Jadilah orang pertama yang mengetahui hal-hal baru di dunia teknologi
  • Dapatkan Ebook Gratis: Cara Dapat 200 Juta / bulan dari AdSense
To Top