Intermezzo

Kenali Apa Itu Haji Tamattu, Tata Cara, dan Ketentuannya!

Home / Intermezzo / Kenali Apa Itu Haji Tamattu, Tata Cara, dan Ketentuannya!

Haji Tamattu

Setiap tahunnya, jutaan umat muslim yang mampu di seluruh dunia mendatangi Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Dalam pelaksanaannya sendiri terdapat 3 jenis haji yang dapat dilakukan oleh umat muslim, di antaranya haji qiran, haji ifrad, dan juga haji tamattu.

Nah, pada kesempatan kali ini. TipsPintar ingin memberikan beberapa penjelasan terkait haji tamattu mulai dari pengertian, tata cara melakukan, dan juga ketentuannya. Kira-kira apa maksud dari ibadah haji tamattu ini? Simak pembahasannya sampai tuntas ya!

Pengertian Haji Tamattu

Pengertian Haji Tamattu

Pengertian Haji Tamattu

Haji tamattu merupakan proses atau rangkaian ibadah haji yang ditunaikan dengan melakukan ibadah umrah terlebih dahulu, setelah itu baru melaksanakan ibadah haji. Istilah haji tamattu ini sendiri berasal dari kata tamatta’s yang mempunyai arti “bersenang-senang”.

Maksud dari bersenang-senang ini adalah para jemaah dapat terbebas dari larangan ihram saat jeda tahalul setelah umrah selesai. Jemaah haji pun dapat melepaskan kain ihram dan memakai pakaian biasa sampai tiba masa haji.

Perbedaan Haji Tamattu, Ifrad, dan Qiran

Perbedaan Haji Tamattu, Ifrad, dan Qiran

Perbedaan Haji Tamattu, Ifrad, dan Qiran

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa terdapat tiga jenis ibadah haji, mulai dari haji qiran, haji ifrad, dan juga haji tamattu. Nah, sebelum membahas lebih dalam mengenai pengertian haji tamattu, ada baiknya Kamu memahami ketiga jenis ibadah tersebut.

  • Haji qiran: Merupakan pelaksanaan ibadah haji dan umrah yang dilakukan dalam satu niat secara bersamaan, sejak pertama kali jamaah memulai ihram.
  • Haji Ifrad: Merupakan pelaksanaan ibadah haji dan umroh secara terpisah. Ifrad sendiri memiliki arti sendirian atau memisahkan dari yang bergabung menjadi masing-masing.

Berbeda dengan haji tamttu, proses haji ifrad akan mendahulukan ibadah haji daripada umrah.

Tata Cara Pelaksanaan Haji Tamattu

Tata Cara Ibadah Haji Tamattu

Tata Cara Ibadah Haji Tamattu

Setelah mengetahui maksud dari haji tamattu, mungkin Kamu bertanya-tanya terkait bagaiman tata cara melakukan ibadah haji tamattu ini.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ibadah tamattu ini di awali dengan menunaikan ibadah umrah terlebih dahulu yang terdiri dari ihram, thawaf, sa’i, dan juga tahallul.

Nah, berikut ini beberapa tata cara pelaksanaan ibadah haji tamattu yang dapat Kamu pahami:

  1. Memulai umrah dengan niat dari bulan-bulan haji. Kemudian melaksanakan semua tahapan umrah secara lengkap, termasuk thawaf, sa`i, memotong atau memendekkan rambut, hingga menyelesaikan umrah dan ber-tahallul.
  2. Pada pagi hari tanggal delapan Dzulhijjah (Hari Tarwiyah), jamaah Haji Tamattu` berihram dari tempat tinggalnya dan memulai hajinya dengan mengucapkan “LabbaiKa hajjan. LabbaiKallâhumma labbaik (aku memenuhi panggilan-Mu untuk haji. Ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu),” dan seterusnya. Kemudian menuju Mina untuk bermalam sampai tanggal sembilan Dzulhijjah.
  3. Pada pagi hari tanggal sembilan Dzulhijjah, berangkat dari Mina ke Arafah, lalu melakukan wuquf di sana untuk berdzikir dan berdoa kepada Allah hingga matahari terbenam.
  4. Setelah matahari terbenam di hari Arafah, beranjak menuju Muzdalifah, kemudian melaksanakan shalat Maghrib dan Isya di sana, lalu bermalam hingga waktu fajar.
  5. Sebelum matahari terbit pada tanggal sepuluh, pergi dari Muzdalifah ke Mina—kecuali bagi yang memiliki uzur (halangan), ia boleh menuju Mina setelah tengah malam—untuk melontar Jumrah ‘Aqabah, menyembelih kurban, lalu mencukur atau memendekkan rambut. Dengan demikian, ia telah melakukan Tahallul Ashgar.
  6. Kemudian, menuju Mekah untuk melaksanakan Thawaf Ifâdhah dan sa`i antara Shafa dan Marwa. Setelah menyelesaikan semuanya, ia diizinkan melakukan semua yang sebelumnya dilarang saat berihram, termasuk hubungan suami istri.
  7. Jika tidak bisa melaksanakan Thawaf Ifâdhah pada tanggal sepuluh Dzulhijjah, ia boleh menundanya hingga hari-hari Tasyriq.
  8. Setelah ber-tahallul pada tanggal sepuluh Dzulhijjah, pergi ke Mina untuk bermalam dan melontar Jumrah. Menginap pada malam tanggal sebelas dan dua belas jika ingin ta`jîl (Nafar Awwal), dan tetap menginap pada malam ketiga belas jika memilih ta’khîr (Nafar Tsâni).
  9. Pada hari-hari Tasyriq, melontar ketiga Jumrah setelah matahari tergelincir, dimulai dengan Jumrah Shugra, lalu Wushtha, kemudian Kubra (‘Aqabah).
  10. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah pada hari-hari Tasyriq, ia harus melakukan Thawaf Wada` (ketika akan meninggalkan Mekah), kecuali wanita yang sedang haid atau nifas, mereka tidak wajib melakukannya. Dengan demikian, selesailah seluruh rangkaian ibadah Haji Tamattu`.

Syarat Haji Tamattu

Syarat Haji Tamattu

Syarat Haji Tamattu

Syarat merupakan salah satu aspek penting dalam menunaikan ibadah haji, termasuk haji tamattu karena menjadi dasar sah tidaknya pelaksanaan ibadah haji. Nah, syarat menjalankan ibadah haji tamattu ini sama seperti syarat ibadah haji yang ada, seperti:

  • Islam: Jamaah harus beragama Islam
  • Berakal Sehat: Jamaah harus memiliki kesehatan baik jasmani dan rohani termasuk akal yang sehat.
  • Baligh: Jamaah harus mencapai usia baligh, yaitu sekitar 15 tahun bagi laki-laki dan 12 tahun untuk perempuan.
  • Merdeka: Jamaah harus merdeka atau tidak terikat dengan orang sebagai budak atau bawahan.
  • Mampu: Jamaah harus mampu secara fisik, mental, dan finansial untuk melaksanakan ibadah haji.

Dengan memenuhi syarat-syarat tersebut, jamaah dapat melaksanakan haji tamattu dengan sah dan insya Allah berjalan dengan lancar.

Dam yang Harus Dibayar

Dam yang harus dibayar

Dam yang harus dibayar

Dam dalam haji tamattu berupa hewan ternak yang disembelih sebagai bentuk denda atau tebusan atas pelanggaran yang dilakukan selama pelaksanaan ibadah haji. Pelanggaran yang dimaksud adalah meninggalkan salah satu rukun haji yaitu melakukan sesuatu yang dilarang saat ihram, atau melanggar larangan lain yang ditentukan dalam syariat Islam.

Jenis dam yang harus dibayar sendiri bervariasi, tergantung pada jenis pelanggaran yang dilakukan. Sebagai contoh, jika jamaah meninggalkan wukuf di Padang Arafah, maka dam yang harus dibayar adalah menyembelih seekor unta.

Sementara, jika jamaah melakukan sesuatu yang dilarang saat ihram seperti memotong rambut atau kuku, maka dam yang harus dibayar adalah menyembelih seekor kambing.

Pembayaran dam ini memiliki beberapa tujuan, seperti:

  • Menebus kesalahan atau pelanggaran saat melakukan ibadah haji.
  • Menyempurnakan ibadah haji agar menjadi mabrur.
  • Mencegah jamaah mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.

Dengan memahami jenis-jenis dam dalam pelaksanaan ibadah haji tamattu, jamaah diharapkan dapat lebih baik dalam menunaikan ibadah haji dengan menghindari larangan/pelanggaran yang dapat mengurangi nilai ibadahnya.

Nah, itu lah beberapa penjelasan terkait rangkaian ibadah haji tamattu yang dapat Kamu pahami.

Jika Kamu masih memiliki beberapa pertanyaan terkait ibadah haji tamattu, Kamu dapat konsultasi dengan agen travel haji terpecaya yang Kamu kenal dan juga telah menyediakan layanan haji tamattu ini.

Ingat, pastikan Kamu memilih agen travel haji yang tepat dan juga amanah ya! Supaya niat baik mu untuk menunaikan ibadah haji dapat berjalan dengan lancar.

Jangan lupa untuk like, comment, dan share artikel ini ke kerabatmu yang juga akan melakukan persiapan untuk pergi haji ya!

Artikel Menarik Lainnya!

Jangan lupa untuk LIKE kita di Facebook, Follow Twitter dan Instagram TipsPintar.com. Ditambah lagi, biar gak ketinggalan video-video menarik dari kita, jangan lupa Subcribe YouTube Channel TipsPintar.com

Dapatkan Tips Menarik Setiap Harinya!

  • Dapatkan tips dan trik yang belum pernah kamu tau sebelumnya
  • Jadilah orang pertama yang mengetahui hal-hal baru di dunia teknologi
  • Dapatkan Ebook Gratis: Cara Dapat 200 Juta / bulan dari AdSense
To Top