Gadget

10 Kamera Mirrorless dengan Kualitas Gambar Terbaik 2017

Home / Gadget / Kamera / 10 Kamera Mirrorless dengan Kualitas Gambar Terbaik 2017

Kamera mirrorless merupakn kamera yang paling simple untuk dibawa berpergian. namun belum semua kamera mirrorless mempunyai hasil gambar yang bagus. kita akan memberikan rekomendasi kamera mirrorless dengan gambar terbaik.

Banyak sekali produk kamera mirrorless yang menunjukan keunggulannya. Mulai dari brand terkenal hingga brand yang baru saja bercokol di dunia kamera. Mereka juga menawarkan harga yang sangat bervariasi. Tentunya yang kalian inginkan adalah dengan harga yang bervariasi tapi tetap kualitas yang paling terbaik. Baiklah kita disini akan merekomendasikan kamera mirrorless dengan kualitas gambar terbaik.

Berikut 10 Kamera Mirrorless dengan Kualitas Gambar Terbaik 2017

Kamera mirrorless yang terbaik ialah yang menghasilkan gambar yang sangat bagus. tidak hanya menghasilkan bagus yang bagus, tetapi juga nyaman untuk digunakan datau dioperasikan. berikut ini adalah kamera mirrorles terbaik 2017

Airy Rooms

1. Fujifilm X-Pro2

Kamera Fujifilm X-Pro 2

 

Jumlah Piksel24 Megapiksel
Titik AF273 titik (77 titik PDAF)
Viewfinder2.36M-dot OLED/Optik Hybrid
Rentang ISO200-12800(100-51200 Extended)
Auto ISO3
frame rate maksimal8 fps / 3 fps
shutter speed maksimal1/8000 (Mekanis)1/32000(Elektronik)
Sync Speed1/250 sec
Video1080/60p
Wi-FIYa
Pengaturan Menu QYa
Tombol pengaturan langsungShutter Speed
Exposure Comp
AF Drive Mode
ISO
Tombol kontrol autofokusYes – Joystick
Tombol Kustom6
RODA Exposure Comp±5EV
LCD3″ Fixed, 1.62M-dot
Slot Memori2
Simulasi Film9
AF TrackingYa
AF Deteksi MataYa
AF in MF modeAF-C or AF-S
Compressed Raw?Bisa
Rating Batere350 OVF
250 EVF
Indikator batere?Ya
HargaRp 21.900.000

 

Fuji X-Pro2 akan menggunakan sensor terbaru X-Trans CMOS generasi III yang memiliki resolusi 24 megapiksel, resolusi tertinggi dari seluruh kamera mirrorless produksi Fuji yang sebelumnya hanya 16 megapiksel. Fitur lain yang menonjol dibandingkan kamera Fuji lainnya adalah shutter mekanis yang mampu dipakai sampai dengan shutter speed 1/8000 detik (X-Pro1 dan X-T1 hanya mampu sampai dengan 1/4000), tersedia juga shutter elektronik yang memiliki kecepatan maksimalnya 1/32000 detik. Kecepatan sync dengan lampu flash yang dimiliki juga sudah sebanding dengan kamera pro, yakni 1/250 detik.

Fuji X-Pro2 konsisten menggunakan viewfinder hybrid seperti pendahulunya. Viewfinder gabungan antara electronic viewfinder dan optical viewfinder ini memungkinkan fotografer dapat memilih mana yang lebih pas dengan preferensinya. Viewfinder elektronik yang dipakai adalah sama dengan viewfinder pada Fuji X-T1: 2,36 juta titik OLED.

Sistem autofokus X-Pro2 menggunakan sistem autofokus dengan 273 titik fokus (dengan 77 titik adalah titik phase detect). Fuji juga akan menggunakan sistem deteksi mata sehingga lebih mudah mengunci fokus saat memotret wajah/orang. Fuji juga menambahkan joystick di bagian belakang kamera sehingga memudahkan fotografer mengganti dan memindahkan titik fokus dengan lebih lincah.

Fuji X-Pro2 juga dilengkapi dengan slot kartu memori ganda sehingga kita bisa menyimpan satu file foto pada kedua kartu memori. Khusus untuk X-Pro2, Fuji juga menambahkan pilihan simulasi film hitam-putih bernama Neopan Acros yang bisa dipilih sebagai salah stau tampilan saat kita memotret dalam format JPG.

 

2. Panasonic Lumix DMC-GH4 

Kamera Lumix DMC-GH4

 

Sensor specifications16MP Four Thirds
Continuous shoot rate (with C-AF)12fps (7.5fps)
Metering system1728-zone
Max video Res (Internal)Cinema 4K (4096 x 2160)
Max video Res (with external recorder)Cinema 4K (4096 x 2160), 4:2:2 10-bit
Maximum bit rate (1080p/24)200Mbps
Focus Peaking3 colors, 2 intensities
Zebra Highlight Warnings2 Presents (Adjustable 105-50%)
Time CodeYa
Luminance level control 0-255, 16-235, 16-2550-255, 16-235, 16-255
4K Photo Mode YesYa
Electronic viewfinder resolution2.36m dots (1024 x 768px)
Rear LCD resolution1.04m dots (720 x 480px)
Battery Life (CIPA)500 shots
Dimensions133 x 93 x 84mm
Weight560g
HargaRp 18.949.000

 

Panasonic Lumix DMC–GH4 datang dengan 4-CPU Venus Engine dengan sensor Digital Live MOS 16.05-megapiksel yang mampu menangkap resolusi tinggi gambar diam berjenis JPEG dan RAW dan juga kemampuannya untuk menghasilkan UHD 4K 3840 x 2160 30p/24p dan video sinematik berkualitas DCI 4K 4096 x 2160 pada kecepatan 24p.

Panasonic memberikan kualitas video yang lebih baik, dengan hasil video yang dapat direkam dalam berbagai format mulai dari AVCHD efisien, AVCHD progresif, 200 Mbps All-Intra 100 Mbps IPB MOV dan juga format MP4. Panasonic Lumix DMC–GH4 merupakan jenis kamera global sehingga frekuensi sistem dapat diaktifkan antara 59,94 Hz (23,98 Hz) dan 50 Hz, untuk menghasilkan berbagai pilihan rekaman termasuk 23.98p, 25p, 29.97p, 50p, dan 59.94p.

Sistem ini juga dapat dialihkan menjadi 24 Hz untuk merekam video pada kecepatan 24p dalam resolusi HD maupun 4K. Hasil gambar berkualitas tinggi dapat dicapai berkat penggunaan 16.05 Megapiksel Digital Live MOS Sensor dan Venus Engine yang mampu menggabungkan pengolahan gambar berkualitas tinggi dengan sensitivitas tinggi dalam respon waktu yang cepat.

Peningkatan kecepatan readout sinyal membantu mendorong efek negatif dari rolling shutter, dalam hubungannya dengan prosessor quad-core Venus Engine secara dramatis mampu meningkatkan sensitivitas hingga maksimum ISO 25.600, kemampuan kinerja, gradasi, resolusi dan reproduksi warna yang berkualitas tinggi.

Micro Four Thirds System dan Lens Mount 4/3″ pada Panasonic Lumix DMC–GH4 termasuk salah satu jenis sensor yang cukup besar yang ditanamkan pada kamera jenis mirrorless,  memungkinkan penambahan adapter opsional untuk penggunaan berbagai jenis lensa termasuk lensa bioskop PL-mount.

Dual OLED display sebagai monitor dan juga live viewfinder dari LED organik. Monitor 3 inci memiliki resolusi 1.036.000 dot yang dilengkapi dengan interface layar sentuh yang intuitif, sedang Live View Finder memiliki display dengan resolusi 2.359.000 dot yang memiliki jangkauan 100% dan kontras rasio 10.000:1. Sebuah fitur Sensor Eye melengkapi untuk memudahkan untuk beralih antara LVF dengan monitor belakang secara otomatis pada saat pengambilan gambar.

Hasil berupa foto dan video akan disimpan pada kartu memori jenis SD/SDHC/SDXC, untuk penyimpanan dengan bit-rate tinggi dalam format 100 Mbps dan 200 Mbps direkomendasikan menggunakan SDHC/SDXC UHS-I Speed Class 3 (U3) untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Video yang direkam ke dalam kartu SD adalah 4:2:0 8-bit, video realtime 4:2:2 8-bit dan 4:2:2 10-bit dapat dikirim atau ditampilkan pada monitor eksternal atau perekam dengan menggunakan kabel micro HDMI opsional.

Penambahan fitur untuk memaksimalkan pengambilan video termasuk Focus Peaking, Time Code Support, dan Cine-Like Gamma Options. Untuk unique expression, VBR (Variable Frame Rate), time lapse (waktu tunda) dan pengambilan berupa video stop motion animation dapat dilakukan secara internal tanpa perlu pengolahan tambahan pasca produksi.

Pada Panasonic Lumix DMC–GH4 telah diintegrasikan WiFi dan NFC untuk memudahkan konektivitas dengan peralatan lain. Dengan fitur ini, pengguna dapat menggunakan aplikasi Panasonic Image pada smartphone atau tablet yang kompatibel untuk meremote foto dan video shooting.

Pengembangan area autofocus pada Panasonic Lumix DMC–GH4 yang mencapai 49 titik AF yang memberikan fleksibilitas lebih banyak pada saat pengambilan gambar. Pengguna dapat menentukan secara bebas untuk memilih blok yang akan menjadi fokus dari 49 titik yang tersedia. Presisi yang tinggi untuk kontras AF dimungkinkan dengan pengintegrasian teknologi DFD (Deep From Defocus) yang dapat encapai kecepatan AF sekitar 0,07 detik dalam mode AFS sehingga dalam mode ini pengguna dapat mengambil gambar dengan burst 12 fps yang memungkinkan anda untuk memotret subyek yang bergerak cepat dengan fokus yang jelas.

Panasonic Lumix DMC–GH4 memiliki bodi dari bahan magnesium alloy yang dilengkapi dengan segel disekeliling tubuhnya untuk menghindarkan masuknya debu dan kelembaban pada cuaca yang ekstrim. Baterai jenis lithium-ion, charger, body cap, hot shoe cover, kabel USB, tali bahu, dan juga DVD berisi perangkat lunak yang disediakan dalam paket penjualan kamera ini.

 

3. Fujifilm X-T2

Kamera Fujifilm X-T2

 

Sensor24MP APS-C CMOS
ProsesorX-Trans
ISO200-12.800 (Auto)
100-51.200 (Extended)
Mount lensaFujifilm X
Focal length multiplier1,5x
Jumlah titik fokus325 titik
Layar belakang3 inci; 1,04 juta dot, layar sentuh, dapat ditekuk
Shutter speed30 detik – 1/8000 detik (elektronik 1/32.000)
Continuous shooting14fps
Resolusi video4K UHD (3840×2160); Full HD (1920 x 1080) hingga 60fps
Memori penyimpananDual SD/SDHC/SDXC (UHS-1)
KonektivitasUSB 3.0, micro-HDMI, mic port, Wi-Fi
BateraiNP-W126S Li-ion
Daya tahan baterai340 foto
Dimensi133 x 92 x 49mm
HargaRp 14.499.000

 

Kamera Fujifilm X-T2 mempunyai fitur terbaru untuk membuat kamera ini menjadi salah satu kamera yang memiliki kualitas terbaik sampai saat ini sebuah kamera yang benar-benar mampu mewakili kamera DSLR. Desain eksteriornya hanya mendapat peningkatan minor. Ini bisa terlihat di sektor layarnya yang kini lebih fleksibel.

Dengan engsel tambahan, layar 3 inci X-T2 tidak hanya bisa dimiringkan ke sisi atas dan bawah tapi juga bisa dimiringkan ke sisi kiri dan kanan yang akan semakin mempermudah pengguna bereksplorasi dengan sudut pengambilan gambar. Fujifilm menambahkan tuas fokus yang bisa digerakkan 4 arah di samping layarnya dan menyediakan 2 slot kartu memori yang sama seperti X-Pro2.

Kamera yang memiliki resolusi hingga 2,4 juta titik ini akan membuat objek yang anda bidik lebih akurat dan tajam dengan hasil memuaskan. Menggunakan lensa 24 MP akan membantu kalian mendapatkan hasil objek lebih detail dan maksimal. Kamera ini dilengkapi dengan teknologi Hybrid AF sangat responsif untuk menangkap objek dimana Fujifilm X-T2 ini akan dapat melakukan multi bidik hingga 8 kali berturut-turut yang mana kecepatan 3 foto perdetiknya.

Menggunakan flash 1/250 detik tentunya akan memberikan pencahayaan yang sempurna. X-T2 dilengkapi dengan sensor APS-C X-Trans CMOS III 24.3 megapixel tanpa filter low pass yang dipasangkan dengan prosesor berkecepatan tinggi X-Processor Pro. X-T2 mampu startup dengan waktu yang sangat singkat yaitu 0.3 detik. Waktu jeda antar foto yang dihasilkannya hanya 0.045 detik dan kinerja autofokusnya juga semakin cepat dengan kemampuan mengunci fokus 0.06 detik.

Bagi kalian yang gemar memotret objek yang berkecepatan tinggi, X-T2 bisa memotret dengan kecepatan maksimum 8 frame per detik dan hingga 11 frame per detik dengan aksesoris tambahannya yang bernama Vertical Booster Grip. Jika X-Pro2 dilengkapi 273 titik autofokus, X-T2 kini hadir dengan 325 titik autofokus termasuk 91 zona titik fokus.

Sistem autofokus barunya ini didukung dengan peningkatan algoritma yang diklaim mampu menyajikan kinerja fokus yang lebih akurat di segala situasi pemotretan sekalipun hingga dikondisi minim cahaya hingga -3EV. Mode fokus AF-C Fujifilm juga menjanjikan kinerja pencarian fokus yang lebih baik pada saat memotret subjek yang bergerak.

Fitur lain yang dibawa X-T2 berlanjut divideo. X-T2 menjadi kamera Fujifilm X-Series pertama yang bisa merekam video hingga resolusi 4K. Saat merekam video kalian juga bisa menggunakan efek simulasi Film seperti saat memotret. Seperti X-Pro2 , X-T2 juga telah ditambahkan efek simulasi film hitam putih ACROS.

 

4. SAMSUNG NX3000

Kamera Samsung NX3000

 

Tipe tubuh:mirrorless gaya Rangefinder
Resolusi Max:5472 x 3648
Piksel efektif:20 megapixel
Ukuran sensor:APS-C (23,5 x 15,7 mm)
Jenis Sensor:CMOS
ISO:Auto, 100-25600
Lens mount:Samsung NX
Panjang fokus mult. :1,5 ×
LCD:Dapat dimiringkan
Ukuran layar:3 “
Resolusi layar:460.800 dot
Min shutter speed:30 sec
Max shutter speed:1/4000 sec
Format:H.264
Jenis penyimpanan:microSD / microSDHC / microSDXC
USB:USB 2.0 (480 Mbit / detik)
Dimensi:117 x 66 x 39 mm
HargaRp 2.999.000

 

Sensor gambar di Samsung NX3000 bertipe APS-C sehingga crop factor sensornya adalah 1,5x. Seperti kamera Samsung NX lainnya, NX3000 punya fitur WiFi dan NFC, bisa rekam full HD video dan ISO max hingga 25.600 serta bonus lampu kilat kecil yang bisa dilepas. Samsung NX3000 menghadirkan spesifikasi antara lain sensor APS­C beresolusi 20,3MP dan prosesor DRIME IV milik Samsung.

Kamera ini memiliki layar berukuran 3 inci dengan resolusi 320 x 480 piksel yang dapat diputar. Kamera ini juga bisa digunakan untuk merekam video 1080p, maximum shutter speed 1/4.000s dan 5fps continuous shooting. Kecepatan rana maksimum dan kemampuan continuous yang lebih lambat dibandingkan dengan Samsung NX300. Tapi untuk pengaturan ISO, baik NX 300 maupun NX3000 sama-sama mendukung opsi pengaturan mulai dari ISO 100 hingga 25600.

Kamera ini juga dilengkapi dengan Wink Shot sebagai ganti self­timer. Cara menggunakannya adalah setelah kamera mengunci fokus di layar, kalian hanya perlu mengedipkan mata untuk menyuruh NX3000 memotret. Jadi tidak perlu repot mengatur timer. Terdapat juga aplikasi Remote View Finder Pro app yang dapat dikontrol dari jarak jauh menggunakan smartphone.

Samsung NX3000 Smart camera juga dilengkapi microSDXC card slot, WiFi b/g/n, HDMI, dan NFC sebagai koneltivitas. Samsung X3000 Smart Camera juga menawarkan lensa compact baru 16­50mm F3.5­5.6 Power Zoom ED OIS. Samsung juga  menawarkan paket lensa 20­50mm san SEF­8 Flash untuk pembelian dengan harga tersebut diatas. Untuk paket lensa yang lain, Samsung menyediakan paket lensa 16­50mm OIS Power Zoom dan Flash dengan harga sekitar 6,2 juta.

 

5. Sony Alpha 7II

Kamera Sony Alpha 7II

 

Valid Pixel:Approx. 24.7 megapixels
Optical Sensor Type / Size:35mm full frame (35.8×23.9mm) , “Exmor” CMOS sensor
Shutter Speed:1/8000 to 30 sec
Light Sensitivity (ISO):Auto/ISO 100 to 51200
Supported Flash Memory:Memory Stick PRO Duo , Memory Stick PRO-HG Duo , Memory Stick XC-HG Duo , SD memory card , SDHC memory card (UHS-I compliant) , SDXC memory card (UHS-I compliant)
Image record format:JPEG (DCF Ver. 2.0, Exif Ver.2.3, MPF Baseline compliant) , RAW (Sony ARW 2.3 format)
LCD size:3 inch
Tipe Baterai:One rechargeable battery pack , PC interface: Mass-storage, MTP, PC remote , M
Nomor model baterai:NP-FW50
Koneksi:NFC , HD output:HDMI micro connector (Type-D), BRAVIA Sync(Control for HDMI), PhotoTV HD, 4K Still Image PB , PC interface: Mass-storage, MTP, PC remote
Digital Zoom:35mm full frame: L:approx 4x, M:approx 6.1x, S:approx 8x, APS-C: L:approx 4x, M:approx 5.2x, S:approx
Finder:Ya
Finder Type:1.3 cm (0.5 type) electronic viewfinder (color)
Viewfinder coverage:100/100
Viewfinder magnification:Approx. 0.71 x (with 50mm lens at infinity, -1m-1)
Lens mount:Sony E-mount lenses
Resolusi:1920×1080 (Full HD), 640×480, 1440×1080
Movie record format:XAVC S, AVCHD format Ver. 2.0 compliant, MP4
Max. Recording time:Continuous movie recording is possible for approximately 29 minutes
Frame rate:60 fps
Image Stabilization:Ya
Sequential shooting mode:Continuous shooting: Hi: max. 5 fps, , Lo: max. 2.5 fps
Dimensi (WxHxD):126.9×95.7×59.7 mm
Berat:556 g
HargaRp 18.999.000

 

Sony Alpha 7 II hadir dengan desain baru yang sedikit lebih besar dan lebih berat. Tentu saja desain ulang tersebut memberikan nilai kenyamanan yang lebih seperti desain pegangan yang lebih besar dan mantap. Dalam hal ini dikatakan bahwa Sony Alpha 7 II dijuluki dengan kamera mirrorless full frame pertama yang menggunakan in-body image stabilization (IBIS).

Untuk sensornya sendiri menggunakan sensor full frame CMOS 24,3 megapixel. Dengan sensor tersebut berarti Alpha 7 II memiliki rentang dinamis baku (RAW), namun dalam hal kinerja pada ISO tinggi Alpha 7 II sedikit dibawah para pendahulunya termasuk juga dari kakak kandungnya sendiri Alpha 7. Alpha 7 II membawa fitur 117 fase deteksi dan 25 poin deteksi kontras pada sensor CMOS.

Sony mengklaim bahwa Alpha 7 II lebih baik dalam kecepatan autofocus hingga 30% serta pelacakan juga menjadi 1,5x lebih baik daripada pendahulunya. Kamera inilah yang banyak diharapkan oleh pecinta fotografi adalah bahwa Alpha 7 II telah membawa sejumlah fitur video keren yang diambil dari Sony Alpha 7 S seperti XAVC S dan S-log2.

Namun yang paling signifikan dalam perubahan dan perbaikan dari Alpha 7 II sebenarnya dalam hal desain body. Seperti di atas dikatakan bahwa kamera ini telah mengusung teknologi image stabilization yang baru. Fitur tersebut dinamakan 5-axis image stabilization yang berfungsi untuk mendeteksi dan memperbaiki getaran pada kamera melalui 5 sumbu saat melakukan pemotretan.

Beberapa hal yang termasuk juga antara lain angular shake yang umumnya terjadi pada saat menggunakan lensa tele. Dalam hal ini sensor 24,3 megapixel bergerak mengakomodasi setiap jenis goncangan dengan stabilisasi setara dengan 4,5 langkah shutter speed yang lebih cepat untuk koreksi. Selain dari itu fitur 5-axis stabilization juga bekerja sama dengan lensa Alpha Sony dengan optical steady shot (OSS) untuk mendapatkan stabilisasi yang maksimal dan kejelasan yang tinggi.

BACA
10 Tips Merawat Kamera DSLR Agar Tidak Cepat Rusak

Prosessor yang digunakan kamera ini adalah Bionz X, seperti yang digunakan juga oleh kamera high-end sony yang lain. Dengan prosesor yang memiliki kinerja super cepat tersebut maka kamera akan lebih baik dalam memproses data yang masuk baik itu still image atau video. Bahkan dengan ditambahkan nya kemampuan merekam video dari Sony Alpha 7 S dengan XAVC S codec nya kamera ini bisa mencatat video dengan kecepatan data yang sangat tinggi mencapai 50 Mbps dengan kompresi canggih untuk kualitas video yan menakjubkan.

Kamera ini menambahkan Wi-Fi dan NFC baru yang kompatibel dan berfungsi sepenuhnya dengan aplikasi PlayMemories yang tersedia untuk perangkat Android dan iOS platform. Berbagai fungsi yang bisa dimanfaatkan dengan konektivitas yang adalah berbagai foto maupun film, atau bahkan mengoperasikan kamera dengan smartphone atau perangkat lain yang kompatibel sebagai remote control.

 

6. Sony A6500

Kamera Sony A6500

 

Pixel Count24MP
ISO Range100-25600 (51200 with multi-shot NR)
AF Point controlTouchscreen/touchpad
Card slots1 x UHS I
USBUSB 2.0
Continuous Shooting rate11fps
Rear screenTilting up/down touchscreen
FlashBuilt-in
Image stabilizationIn-body (+In-lens where available)
4K video capabilityUHD 4K at 24/25/30p
4K video crop24/25p Full Width
30p 1.23x crop
4K video durationUp to 20 minutes (temperature dependent)
Video log profileS-Log2 & S-Log3 with extensive video-focused Picture Profile settings
USB Charging (USB Power?)Ya/Ya
Battery life – CIPA (Rear screen/EVF)350/310
HargaRp 5.299.000

 

Sony Alpha A6500 memiliki sensor APS-C 24,2 megapixel kamera ini mampu memotret dengan kecepatan 11 frame per detik selama 30 detik. Sony Alpha A6500 ini memang dibekeli sejumlah fitur baru yakni berupa 5-axis image stabilization serta layar sentuh yang bisa anda gunakan untuk mengatur titik fokus sesuai dengan kengingan pemakainya.

Dengan AF deteksi fase bidang fokus 425 titik yang membantu memberi cakupan titik AF yang lebar dan rapat, a6500 dapat fokus pada subjek di seluruh bingkai secara akurat, efisien, dan handal. Teknologi AF juga mengaktifkan titik AF dengan lancar untuk mencakup dan melacak subjek yang bergerak di dalam bingkai dengan presisi tanpa kesalahan.

Kamera Sony A6500 ini merupakan kamera mirrorless pertama yang memiliki fitur 5-axis image stabilization di body kamera. beda dengan pendahulunya sony A6300 memang memiliki alat penstabil gambar, namun sony tidak pernah membicarakan atau mengumbar teknologi yang digunakanya.

Kamera sony A6500 ini masih memiliki desain yang hampir sama dengan kamera pendahulunya, seperti penempatan tombol navigasi Sony A6500 ini sebagian besar masih sama dengan  Sony A6300, hanya saja pada body kamera A6500 ini terlihat lebih bongsor demi memasukan seluruh teknologi baru didalamnya.

Pada kamera Sony A6500 ini telah ditambahkan prosesor LSI yang dapat membantu proses utama Bionz, sehingga membuat kecepatan preview foto lebih cepat dan mengurangi overheat. Kapasitas buffer juga sudah meningkat, sehingga fotografer tidak perlu menunggu lama untuk review foto saat memotret berturut-turut. Menurut spesifikasi, kapasitas buffer 100 foto RAW+JPG, dan 300 foto JPG.

Bagi yang hobi videografer akan lebih mudah, karena 5 axis stabilization akan sangat membantu saat kamera ini dipasang dengan lensa fix yang biasanya tidak ada stabilizer di lensanya, termasuk lensa-lensa buatan pihak ketiga seperti Sigma, Zeiss dll.

Jika berbicara mengenai hasil video daro Sony A6500 ini tentunya tidak akan mengecewakan karena kamera ini dapat merekam Video  4K pada 25p dengan menggunakan luas penuh dari sensor, artinya oversampling sebesar 1.56x. Footage video jadi lebih detail dibandingkan langsung melakukan crop dari sensor.

Kamera ini juga dapat merekam pada 30p, tapi gambar akan diambil dengan menggunakan crop sensor.  Untuk keperluan video, ada soket mikrofon built-in tapi tidak ada port headphone untuk monitoring audio. Selain 4K, kamera juga dapat merekam pada Full HD hingga 120p dengan autofocus. Dukungan videonya mencakup  ‘Picture Profile’ termasuk ITU 709, S-Log2, dan S-Log3. Video 4K direkam secara internal hingga 100Mbps menggunakan U3 UHS-I.

 

7. SAMSUNG NX500

Kamera Samsung NX500

 

Valid Pixel:28.2MP
Optical Sensor Type / Size:BSI CMOS
Shutter Speed: Auto:1/6000 –1/4sec. Manual:1/6000
Light Sensitivity (ISO):Auto, 100-25600 (1EV or 1/3EV step)
focus distance:EV -4-20
Supported Flash Memory:SD, SDHC, SDXC(UHS-1 support)
Image record format:RAW, JPEG, MPO(3D)
LCD size:3 inch Super AMOLED w/Touch Screen
Tipe Baterai:Rechargeable Battery
Nomor model baterai:BP1130
Koneksi:HDMI, USB2.0, Wi-Fi, Bluetooth
Lens mount:Samsung NX mount
Image Stabilization:Ya
Self timer:Ya
Sequential shooting mode:Ya
Bulb:Ya
Vari-Angle LCD:Ya
Sensor Dust Reduction:Ya
Live View:Ya
RAW+JPEG:Ya
Dimensi (WxHxD):4.7 x 2.5 x 1.7 inches
Berat: without battery and card:286g (0.63lb.)
HargaRp 7.299.000

 

Kamera ini menawarkan teknologi canggih yang sangat diharapkan oleh para penggemar fotografi seperti sensor BSI APS-C dengan reseolusi setinggi 28 megapixel, kemampuan merekam video UHD dengan kualitas 4K, prosesor gambar terbaik dikelasnya DRIMeV, NX AF system III,  Samsung Auto Shot yang di adopsi dari Samsung NX1 yang dirancang menjadi portabel dan nyaman digunakan.

Konektivitas yang digunakan untuk NX500 telah diupdate dengan Bluetooth dan Wi-Fi. Hal ini menawarkan kepada pengguna ke dalam pengalaman nirkabel yang canggih, serta kemampuan untuk memotret dengan halus, serta pengalaman baru dalam menangkap gambar dari subjek.

Samsung NX500 mampu menjamin fotografer untuk menciptakan gambar dengan kualitas yang mumpuni baik untuk still fotografi maupun untuk video. Dalam hal ini Samsung menggunakan sensor dengan resolusi ultra-high 28 megapixel Back Side Illumination APS-C. Samsung NX500 memiliki kemampuan untuk mengambil gambar yang sempurna, bahkan dalam situasi cahaya yang rendah.

Selain menciptakan hasil gambar diam yang menakjubkan, NX500 mendukung hasil perekaman video 4K dan UHD dengan sangat bagus. Berkat kinerja sensor BSI yang terbesar untuk saat ini. Dengan sensor BSI itu pula kamera dapat memberikan fleksibilitas untuk merekam video berkualitas tersebut.

NX500 juga telah dibekali dengan built-in HEVC Codec, yang merupakan teknologi kompresi yang paling canggih, akan memberikan efesiensi untuk penyimpanan klip video dengan mengkompresinya video berkualitas tinggi tersebut menjadi setengah ukuran dan bit rate H.264 tanpa kompromi sedikitpun pada kualitas.

Selain itu  still image yang diambil dari mode Interval Capture dapat dengan mudah diubah menjadi UHD Time-lapse video langsung dari kamera, tanpa perlu mentransfer ke PC untuk diedit. Hal ini di dapat dengan memanfaatkan image prosesor DRIMeV dengan kinerja yang jauh lebih cepat daripada yang digunakan oleh pendahulunya.

Fitur ini menawarkan reproduksi warna secara superior, peningkatan noise reduction dan kualitas gambar ditingkatkan. Hal ini akan memberikan kepada pengguna dengan hasil fotografi yang menakjubkan seperti yang diharapkan. Prosesor yang dikombinasikan dengan sensor 28 megapixel yang sangat inovatif dan sistem Hybrid AF, pengguna dapat menagkap momen singkat hanya dengan fokus dan menembak cepat, kombinasi tersebut memungkinkan fleksibilitas dan kecepatan yang ekstrim.

Untuk pengambilan gambar continous shooting dengan kemampuan 9fps pengguna dapat dengan mudah memantau dan menangkap tembakan dengan tindakan yang sedang berlangsung. Fitur Samsung Auto Shot (SAS) mengunakan deteksi gerak yang akan secara akurat memprediksi kapan kamera akan menagkap gambar yang sempurna dalam kondisi yang sulit.Dengan fungsi tilt dan flip up serta layar dengan bright vision, pengguna dapat dengan mudah mengambil gambar selfie dengan hasil yang sempurna.

 

8. Olympus OM-D E-M10

Kamera Olympus OMD EM10

 

Valid Pixel:16.05 MP
Optical Sensor Type / Size:4/3 Live MOS Sensor
Shutter Speed:1/4000 – 60 sec., with selectable EV adjustment steps
Light Sensitivity (ISO):AUTO ISO : LOW(approx. 100) -25600 (customizable, Defalut:LOW-1600) / Manual ISO : LOW(approx.100), 200 – 25600, 1/3 or 1 EV steps selectable
Supported Flash Memory:SD Memory Card*1 (SDHC, SDXC, UHS-I compatible, Eye-Fi Card compatible) : Class 6 or higher is recommended for Movie shooting.: Not compatible with Endless Memory.
Image record format:RAW (12-bit lossless compression), JPEG, MPO(3D still)
LCD size:3.0-inch
Tipe Baterai:Li-ion battery
Nomor model baterai:BLS-5
5 Koneksi:(Type-D)WiFi,USB2.0 Hi-Speed,NTSC/PAL selectable, Micro HDMI
Finder:Ya
Finder Type:Eye-level electronic viewfinder, approx. 1.44M-dot
Viewfinder coverage:Approx. 100%
Viewfinder magnification:Approx. 1.01x- 1.15x(-1m-1, 50mm lens, Infinity)
Lens mount:Micro Four Thirds Mount
Resolusi:1920×1080 (Full HD), 1280×720
Movie record format:MOV(MPEG-4AVC/H.264) , AVI(Motion JPEG)
Max. Recording time:[MOV] Full HD : Approx. 29min(Normal) / Approx. 22min(Fine) HD : Approx. 29min(Normal) / Approx. 29min(Fine)
Frame rate:30fps
Image Stabilization:Ya
Face Recognition:Ya
Self timer:Ya
Sequential shooting mode:8 frames/sec
Bulb:Ya
Vari-Angle LCD:Ya
PictBridge:Ya
Sensor Dust Reduction:Ya
Live View:Ya (Touch screen shutter)
Built-in flash:Ya
RAW+JPEG:Ya
Dimensi (WxHxD):119.1mm(W) X 82.3mm(H) X 45.9mm(D) [CIPA guideline compliant, excluding protrusions]
Berat:Approx. 396g [CIPA guideline compliant, with BLS-5 battery and Memory card, without eyecup] / Approx. 350g [body only]
HargaRp 11.400.000

 

Olympus OM-D yang terletak pada kemasan desain retro dan kecanggihan teknologi sensornya tetap dipertahankan Olympus pada OM-D E-M10. Bedanya, guna memangkas harga, ukuran OM-D E-M10 diperkecil dan bodinya pun tidak dilengkapi fitur ketahanan cuaca.

Olympus masih melengkapinya dengan lubang intip elektronik dengan kerapatan pixel 1.440.000 titik. Sensor Live MOS 16 megapixel miliknya sama persis seperti yang digunakan oleh OM-D E-M5. Sementara prosesornya diadopsi dari sensor OM-D E-M10 dengan sensor Olympus TruePic VII.

OM-D E-M10 juga telah dibekali fitur peredam getar atau Image Stabilization. Jika OM-D E-M1 dan E-M5 mengusung 5-Axis Image Stabilization, OM-D E-M10 hadir dengan 3-Axis Image Stabilization yang diklaim masih tetap mumpuni mencegah risiko terjadinya blur saat memotret atau merekam video.

Autofokusnya telah didukung dengan sistem autofokus Fast AF 81 titik. Autofokusnya kini hadir fitur Small AF Target dan Super Spot AF untuk fokus saat keadaan zoom dan fokus yang lebih akurat. Berkat sistem aufokus FAST AF ini, E-M10 sanggup mengakomodasi pemotretan gerakan cepat dengan kecepatan memotret mencapai 8fps.

Koneksi Wi-Fi untuk menghubungkannya dengan perangkat lain dan beberapa opsi kreatif seperti opsi efek filter, serta sebuah layar sentuh fleksibel berukuran 3 inci yang bisa digunakan untuk mengeksplorasi sudut pengambilan gambar.

 

9. Sony RX100 Mark IV

Kamera Sony RX100 IV

 

Valid Pixel:20.1 MP
Optical Sensor Type / Size:Exmor RS CMOS sensor / 1.0-type (13.2 mm x 8.8 mm)
Focal Length:f = 8.8-25.7mm
F-number:F1.8 (W) – 2.8 (T)
Optical Zoom:2.9x
Shutter Speed:iAuto (4″ – 1/2000) / Program Auto (30″ – 1/2000) / Manual (Bulb, 30″ – 1/2000) / Aperture Priority (30″ – 1/2000) / Shutter Priority (30″ – 1/2000)
Light Sensitivity (ISO):ISO 125-12800
focus distance:AF (W: Approx. 5 cm [0.17 ft.] to Infinity , T: Approx. 30 cm [0.99 ft.] to Infinity)
Supported Flash Memory:Memory Stick Duo, Memory Stick PRO Duo, Memory Stick PRO Duo (High Speed), Memory Stick PRO-HG Duo, Memory Stick Micro, Memory Stick Micro (Mark2), Memory Stick XC-HG Duo, SD Memory Card, SDHC Memory Card (UHS-I), SDXC Memory Card (UHS-I), microSD Memory Card, microSDHC Memory Card, microSDXC Memory Card
Image record format: JPEG (DCF Ver.2.0, Exif Ver.2.3, MPF Baseline compliant), RAW (Sony ARW 2.3 format)
Startup time:1.6 sec
LCD size:Approx. 7.5cm (3.0 inch)
Tipe Baterai:Rechargeable Battery Pack , AC Adaptor
Nomor model baterai:NP-BX1
Koneksi:Multi/Micro USB Terminal,Hi-Speed USB,Micro HDMI
Digital Zoom:[Still Image] Approx. 11x [Movie] Approx. 11x
Finder:Ya
Resolusi:1920×1080 (Full HD), 3840×2160
Movie record format:XAVC S, AVCHD format Ver.2.0 compatible, MP4
Max. Recording time:approx. 45min
Frame rate:30fps
Image Stabilization:Ya
Face Recognition:Ya
Self timer:Ya
Sequential shooting mode:Speed Priority Continuous Shooting: approx. 16 fps, Continuous Shooting: approx. 5.5 fps
Bulb:Ya
Vari-Angle LCD:Ya
Dimensi (WxHxD):Approx. 101.6 mm x 58.1 mm x 41.0 mm (approx. 4 x 2 3/8 x 1 5/8 in.)
Berat:Approx. 298 g (approx. 10.5 oz) (Battery and Memory Stick Duo include) Approx. 271 g (approx. 9.6 oz) (Body only)
HargaRp 11.299.000

 

RX100 IV masih menawarkan body kamera ramping, pocket-friendly seperti yang diusung oleh generasi pendahulunya. Prubahan yang nampak ke permukaan adalah adanya viewfinder yang kini tampak lebih futuristik dengan kejelasan yang lebih baik. Sesuatu yang benar-benar baru dari kamera Sony adalah sensor yang digunakannya. Sony RX100 IV hadir dengan image sensor Sony Exmor RS, ini merupakan sensor baru yang menggantikan Exmor R pada kamera sebelumnya RX100 III.

Sensor baru mengusung teknologi CMOS stacked desain DRAM. Dengan teknologi baru yang digunakan memungkinkan kamera mampu menangkap gambar dengan kecepatan meningkat secara signifikan, hal ini dibuktikan dengan kemampuan menembak terus menerus hingga  16 frame per detik pada resolusi penuh.

Dengan dibekali teknologi baru yang digunakan juga memberikan kemampuan shutter elektronik hingga 1/32000 detik. Dengan sensor yang digunakan pada RX100 IV juga memungkinkan kamera untuk merekam video dengan kualitas 4K dengan frame rate tertinggi perekaman video mencapai hingga 1000 frame per detik.

Sony RX100 IV juga banyak tweak firmware yang didapatkan, salah satunya adalah perluasan pada fungsi autofokus yang lebih fleksibel dan pilihan self-timer dengan tambahan durasi lima detik.  Saat pengguna menembak dengan program atau aperture-priority mode, pengguna dapat mengakses kecepatan rana hingga 30 detik. Adanya tujuh pilihan profil gambar yang memungkinkan pengguna memanfaatkan pilihan gambar dengan tingkat warna yang berbeda.

Fitur baru yang melekat pada kamera ini dipadukan bersama dengan lensa zoom 24-70mm yang sama dengan kamera terdahulu dengan Steadyshot image stabilization. Kamera ini memiliki rentang ISO antara 125-12800 dan dapat ditingkatkan hingga 80. Memanfaatkan prosesor BIONZ X kamera ini mampu melakukan operasi dan penembakan dengan kecepatan tinggi. Selain itu kamera ini juga dilengkapi dengan LCD monitor dengan ukuran 3 inci yang bisa di miringkan dan juga dilengkapi dengan popo-up flash yang simpel.

Sony RX100 IV menyediakan pilihan frame rate saat menagkap maupun frame rate file video secara terpisah, sehingga pengguna memiliki efek slow motion berbeda yang bisa dipilih. Frame rate capture dapat dipilih pada 240fps, 480fps,960fps. Jika pengguna mengatur kamera untuk video PAL, maka dapat memilih frame rate dari 250fps, 500fpsh hingga 1000fps. Video ini bisa diputar dengan pilihan 24/30/60fps pada mode NTSC sedangkan pada mode PAL bisa 25/50fps.

 

10. Panasonic Lumix DMC-GX85

Kamera Lumix DMC-GX85

Valid Pixel:16 MP
Optical Sensor Type / Size:CMOS
Shutter Speed:60 sec, 1/4000 sec, 1/16000 sec
Light Sensitivity (ISO):Auto, 200-25600 (expands down to 100)
Supported Flash Memory:SD/SDHC/SDXC card
LCD size:3 inch
Tipe Baterai:Lithium-ion battery
Koneksi:USB, Wi-Fi, NFC
Finder:ya
Finder Type:Electronic
Viewfinder coverage:100%
Viewfinder magnification:1.39 x
Lens mount:Micro Four Thirds
Resolusi:1280×720, 640×480, 1920 x 810, 3840×2160
Movie record format:MPEG-4, AVCHD
Frame rate:60 fps
Image Stabilization:Ya
Face Recognition:Ya
Self timer:Ya
Bulb:Ya
Vari-Angle LCD:Ya
Live View:Ya
Built-in flash:Ya
Dimensi (WxHxD):122 x 71 x 44 mm
Berat:426 g
HargaRp 11.499.000

 

Lumix DMC-GX85 kamera dengan lensa yang bisa diganti-ganti ini dilengkapi dengan sensor 16 MP Digital Live MOS tanpa filter low pass. Dengan keunggulan ini, GX85 bisa meningkatkan detil hingga 10% dibandingkan sensor 16 MP milik Panasonic sebelumnya.  Lumix DMC-GX85 juga memiliki image stabilization 5-axis in-body untuk menghasilkan sebuah gambar bebas nge-blur.

Mekanisme penekanan shutter juga menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mengurangi getaran saat menekan shutter dan suara.Dengan teknologi Panasonic bernama Depth dari Defocus mampu melakukan fokus gambar hanya dalam waktu 0,07 detik saja. Tak perlu berganti smartphone. GX85 juga bisa melakukan rekaman dengan kualitas 4K pada kecepatan 30 atau 24 fps dan video 1080p 60 fps dengan full-time AF.

Keunggulan lain dari GX85 ini adalah viewfinder elektronik berkekuatan 2764k dot dengan pembesaran hingga 1.39 kali serta field of view 100%. Layar touchscreen 1040k dot dengan lebar 3-inci bisa digerakkan ke atas dan ke bawah. Untuk menghubungkannya dengan smartphone, terdapat konektivitas Wi-Fi.

Jangan lupa untuk LIKE kita di Facebook, Follow Twitter dan Instagram TipsPintar.com. Ditambah lagi, biar gak ketinggalan video-video menarik dari kita, jangan lupa Subcribe YouTube Channel TipsPintar.com

Dapatkan Tips Menarik Setiap Harinya!

  • Dapatkan tips dan trik yang belum pernah kamu tau sebelumnya
  • Jadilah orang pertama yang mengetahui hal-hal baru di dunia teknologi
  • Dapatkan Ebook Gratis: Cara Dapat 200 Juta / bulan dari AdSense
Komentar
To Top