Intermezzo

Hukum Mengeluarkan Air Mani di Malam Hari Pada Bulan Puasa

Home / Intermezzo / Hukum Mengeluarkan Air Mani di Malam Hari Pada Bulan Puasa

Hukum mengeluarkan air mani di malam hari pada bulan Ramadhan

Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan sudah menjadi kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap umat muslim. Yaps seperti yang Kamu ketahui, ketika berpuasa, Kita bukan hanya diharuskan untuk menahan lapar dan haus, tapi juga menahan hawa nafsu dalam diri.

Menahan hawa nafsu yang dimaksud ini bukan cuma menahan berbagai gejolak emosi dari dalam diri, tapi juga termasuk menahan syahwat bagi kalian para laki-laki khususnya yang sudah menjadi pasangan suami istri.

Yaps, ketika menjalankan puasa, pasangan suami istri tidak diperbolehkan/dilarang untuk melakukan hubungan intim. Bukan hanya itu, pihak laki-laki pun juga diharuskan untuk bisa menahan syahwatnya agar tidak mengeluarkan sperma/air mani ketika sedang berpuasa.

Lantas, bagaimana hukumnya jika seorang laki-laki mengeluarkan air mani/sperma di malam hari pada bulan Ramadhan? Apakah di perbolehkan atau sebaliknya?

Nah untuk menjawab pertanyaan itu, kali ini TipsPintar akan memberikan rangkuman terkait hukum mengeluarkan air mani di malam hari pada bulan puasa.

Penasaran kan apa saja hukumnya? Yuk, langsung aja simak ulasan berikut ini!

Hukum Mengeluarkan Air Mani di Malam Hari Pada Bulan Puasa

Sebagai seorang muslim, Kamu wajib untuk mengetahui apa hukum nya jika mengeluarkan air mani pada malam hari di bulan Ramadhan, sebab keluarnya air mani tersebut berpotensi besar untuk membatalkan ibadah puasa yang sedang Kamu jalani.

Hal ini tentunya berlaku bagi kalian para laki-laki baik yang belum mampu untuk menikah atau yang sudah berstatus sebagai pasangan suami istri, sebab di saat menjalani ibadah puasa tersebut, Kamu harus bisa menahan berbagai macam gejolak syahwat khususnya gejolak untuk mengeluarkan air mani/sperma.

Nah, pertanyaanya…

bagaimana jika hal tersebut dilakukan pada malam hari?

So, berikut ini beberapa hukum tentang mengeluarkan air mani di malam hari pada bulan puasa yang perlu Kamu ketahui.

1. Mengeluarkan Air Mani disaat Berhubungan Suami Istri

Berhubungan Suami Istri

Berhubungan Suami Istri

Mengeluarkan air mani di malam hari pada bulan puasa ketika sedang berhubungan suami istri sebenarnya adalah hal yang dihalalkan oleh agama selagi cara yang digunakan halal.

Apa maksudnya halal? Halal yang dimaksud ini adalah, selama Kamu mengeluarkan air mani dengan cara yang benar, seperti berhubungan badan dengan istri, ataupun dengan menggunakan anggota badan istri, maka hal tersebut masih diperbolehkan dalam hukum islam.

Hal tersebut juga sudah tertera di dalam QS.Al-Baqarah ayat 187:

اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْ ۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عٰكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ

Terjemahan:

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.”

Dari ayat tersebut, tertera jelas bahwa Kamu boleh melakukan hubungan suami istri tersebut, asal dilakukan dengan cara yang tepat dan juga halal, bukan dengan sebaliknya.

Oh iya, Kamu juga perlu tau satu hal, jika Kamu melakukan hubungan tersebut di siang hari (Saat puasa berlangsung) maka ada Kafarat Ramadhan yang harus Kamu tunaikan.

Kafarat ini sendiri dibayar dengan cara berpuasa selama dua bulan berturut-turut atau memberikan makan kepada 60 orang fakir miskin.

Ingat! Kafarat ini berbeda dengan pembayaran Fidyah ya, jadi jangan sampai Kamu salah memahaminya ya!

2. Mengeluarkan Air Mani dengan Onani

Onani

Onani

Mengeluarkan air mani di malam hari pada bulan puasa memang diperbolehkan, tapi beda hal jika dilakukan dengan cara Onani atau yang biasa Kita kenal dengan masturbasi.

Onani ini sendiri artinya mengeluarkan air mani dengan cara lain selain berhubungan suami istri, baik dengan menggunakan tangan ataupun dengan mengandalkan sebuah tontonan video porno. Jika Kamu melakukan tersebut, maka HARAM hukumnya.

Bahkan, ketika tidak menjalankan ibadah puasa pun, hal ini tetap haram untuk dilakukan, seperti yang dikemukakan oleh para ulama bahwa Onani merupakan tindakan yang haram untuk dilakukan.

Oleh sebab itu, bagi para pemuda yang memang belum menikah maka mereka diperintahkan untuk berpuasa demi membendung syahwatnya.

Hal tersebut juga sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS.Al-Mukminun (5-7):

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ . إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ .فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

Terjemahan:

“Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.”

Melalui firman tersebut, sudah sangat jelas bahwa Onani bukanlah cara yang ditetapkan oleh Allah SWT untuk bisa mengeluarkan air mani.

Jika saja Onani ini diperbolehkan, pasti Rasulullah akan menganjurkan para pemuda yang belum bisa/mampu untuk menikah agar melakukan Onani, bukan memerintahkan untuk berpuasa.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pun bersabda:

“Wahai para pemuda, jika kalian telah mampu menikah, maka menikahlah. Karena pernikahan mampu menundukkan pandanganmu dan menjaga kemaluanmu. Siapa yang belum mampu (menikah) maka berpuasalah, karena puasa itu akan menjadi tameng baginya.” (HR. Al-Bukhari 5066 dan Muslim 1400)”.

Selain itu, Islam juga tidak pernah melarang sesuatu jika tidak memiliki dampak besar bagi sebuah kehidupan.

Bukan hanya dilarang, Onani ini juga tidak baik bagi kesehatan, ada banyak dampak buruk ketika Kamu melakukan Onani, terlebih lagi dalam jangka waktu berkepanjangan, seperti:

  • Membuat lemah pandangan mata
  • Membuat lemah tubuh dan badan terkesan kurus
  • Membebani urat saraf
  • Membuat lemah alat reproduksi
  • Dapat menyebabkan Impotensi, jadi hubungan Rumah Tangga bisa jadi tidak harmonis
  • Menyebabkan ejakulasi dini
  • Menyebabkan kecanduan, bahkan setelah menikah.

Gimana, terdengar sangat menyeramkan bukan? So, buat Kamu yang memang saat ini masih single/belum menikah, lebih baik berpuasa ya untuk menahan Syahwat tersebut.

3. Onani dengan Istri

Onani dibantu Istri

Onani dibantu Istri

Menurut mayoritas ulama islam, laki-laki boleh melakukan Onani tapi dilakukan bersamaan dengan istrinya, seperti dengan cara menggesekkan kemaluan sang suami ke paha ataupun perut istri, dan tidak dilakukan pada kondisi terlarang seperti di siang hari saat berpuasa Ramadhan.

Tapi, ada juga ulama lain yang mengatakan hal tersebut MAKRUH untuk dilakukan meskipun dilakukan bersama dengan sang istri, hal ini juga disebutkan dalam Nihayah Az Zain dan Fatwa Al Qodi:

“Seandainya seorang istri memainkan kemaluan suami dengan tangannya, hukumnya makruh, walau suami mengizinkan dan keluar mani. Seperti itu menyerupai perbuatan ‘azl (menumpahkan mani di luar kemaluan istri). Perbuatan ‘azl sendiri dinilai makruh.”

Kesimpulan

Nah, itulah beberapa fakta mengenai hukum mengeluarkan air mani di malam hari pada bulan puasa.

Kesimpulannya, bagi Kamu yang sudah memiliki hubungan suami istri, maka diperbolehkan untuk melakukan hubungan intim tersebut, selagi tidak dilakukan pada siang hari (Ketika menjalankan ibadah puasa).

Dan bagi Kamu yang masih berstatus bujang/belum mampu untuk menikah, maka berpuasalah sesuai syariat yang ada, supaya Kamu bisa menahan gejolak Syahwat tersebut.

Semoga dengan pembahasan kali ini, Kamu bisa lebih memahami apa hukum dari mengeluarkan air mani tersebut, sekaligus bisa mengetahui mana yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan (haram) untuk dilakukan saat berpuasa Ramadhan.

Jangan lupa untuk share artikel ini ke kerabat ataupun saudaramu yang sekiranya memerlukan pemahaman ini ya!

Dan kalau Kamu punya saran untuk pembahasan menarik lainnya, silahkan tulis di kolom komentar ini.

Artikel Menarik Lainnya!

Jangan lupa untuk LIKE kita di Facebook, Follow Twitter dan Instagram TipsPintar.com. Ditambah lagi, biar gak ketinggalan video-video menarik dari kita, jangan lupa Subcribe YouTube Channel TipsPintar.com

Dapatkan Tips Menarik Setiap Harinya!

  • Dapatkan tips dan trik yang belum pernah kamu tau sebelumnya
  • Jadilah orang pertama yang mengetahui hal-hal baru di dunia teknologi
  • Dapatkan Ebook Gratis: Cara Dapat 200 Juta / bulan dari AdSense
To Top